ARUL LUGHAH AL ARABIYAH WISUDAKAN 60 SANTRI PADA ANGKATAN PERTAMA

(DLA) – Darul Lughah Al Arabiyah. Sebuah lembaga bahasa Arab yang berpusat di kota Banda Aceh telah mewisudakan 60 santri yang terdiri dari 30 santri  pondok pesanteren Ashabul Yamin Al-Aziziyah Paya Bakong Aceh Utara dan 30 santri dari pesantren Mataqu Utsman Bin Affan Lhokseumawe. Acara tersebut merupakan wisuda pertama yang diselenggaran oleh Darul Lughah di gedung Sultan Salim, Banda Aceh, Sabtu (25/3/2018).

ke 60 santri yang diwisudakan tersebut telah  mengikuti program Karatina 60 hari Lancar Berbahasa Arab. Program ini merupakan salah satu program baru yang di bentuk oleh Darul Lughah Al Arabiyah pada tahun 2019. Wisuda angkatan pertama ini berlangsung sangat khitmat serta mendapat perhatian istimewa dari banyak pihak. Turut hadir dalam acara ini, Syeh Abu Aiman Al-Qamary dari Juzul Qomar Afrika, Direktur Darul Lughah Al Arabiyah Muhammad Yasir SKom I MA, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, beberapa pimpinan pondok pesantren Provinsi Aceh serta Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh yang sekaligus pada saat itu hadir  untuk meresmikan Yayasan Darul Lughah Al-Arabiyah Aceh. 

Dalam sambutannya Kakanwil mengatakan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan oleh 22 negara di dunia serta juga menjadi salah satu bahasa yang digunakan  secara  resmi dalam Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu ia juga mengatakan bahwa bahasa Arab memiliki peran yang sangat krusial dalam dunia Islam. Sehingga sudah seharusnya setiap muslim menguasai bahasa Arab, terutama anak-anak muda kita sebagai agent of change.  

“Jika bahasa Ingris adalah bahasanya orang Ingris, maka bahasa Arab adalah bahasanya umat Islam karena Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Selain itu bahasa Arab juga merupakan bahasa komunikasinya para nabi dan rasul, sekaligus kelak akan digunakan sebagai bahasa komukasinya para penghuni surga,” ujar Kakanwil.

Selain itu Kakanwil juga memberikan apresiasi luar biasa kepada  pimpinan Darul Lughah Al-Arabiyah karena sudah berani menjadi agent of change untuk mewujudkan program ini (60 Hari Berbahasa Arab) sehingga mereka dapat diwisudakan.  

“Semoga para wisudawan bisa melanjutkan studi ke Timur Tengah seperti diketahui, universitas-universitas di Arab dan Timur Tengah saat ini membuka peluang untuk anak-anak kita dengan program full beasiswa di sana.”

 Kakanwil berharap kepada para wisudawan untuk lebih meningkatkan belajar dan kompetensinya, “Semoga ke depan para wisudawan kelak akan menjadi guru dan tokoh agama dalam  masyarakat,” lanjut Daud Pakeh.

Selain itu beliau juga menyampaikan harapan-harapan besar kepada Darul lughah Al Arabiyah agar terus mengembangkan sayapnya.

“Kepada lembaga pendidikan Darul Lughah Al Arabiyah semoga terus berkembang dan sukses dalam membumikan kembali bahasa Arab ditengah-tengah masyarakat Aceh. Kalau bisa tidak hanya berperan dalam tatanan daerah tapi bisa meluas hingga tingkat provinsi dan luar negri,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *